Showing posts with label Membatik. Show all posts
Showing posts with label Membatik. Show all posts

Friday, 4 August 2017

Ketika orang Rusia membatik

Ketika orang Rusia membatik
Busana batik menjadi incaran warga Moskow saat mengunjungi Festival Indonesia kedua yang dibuka di Hermitage Garden, Moskow, Rusia, Jumat sore waktu setempat. (ANTARA News/Budi Setiawanto)

Batik produksi perancang busana muda Fahmi Hendrawan salah satunya yang laris manis hingga ludes terjual. Pengalaman pertama mengikuti pameran dan ajang promosi itu membuatnya terperangah betapa penduduk ibu kota negeri Beruang Merah antusias atas produk batik Indonesia. 
       
Dari baju, celana, ikat kepala, selendang, tas, dan produk lain bermotif batik diminati pengunjung.
       
Produk batik yang dipajang Dharma Wanita Kedutaan Besar RI Moskow dan Dewan Kerajinan Nasional DKI Jakarta dan daerah lain juga diminati pengunjung.
       
Batik Indonesia yang telah dinyatakan oleh UNESCO sebagai warisan dunia menjadi pesona tersendiri pada Festival Indonesia di taman seluas enam hektare di jantung kota Moskow.

ANTARA News/Budi Setiawanto

Pengunjung juga bisa praktik melakukan proses pembuatan batik dengan canting dan malam atau lilin cair untuk menggambar pola batik.

Denaya Batik asal Yogyakarta memberi kesempatan pengunjung untuk membuat pola batik. Para ibu, bapak, pemuda, pemudi, hingga anak-anak pun antre mempraktikkan cara membatik. Pendiri Denaya Batik, Sucittarini Delyana, menuturkan bisnis usahanya memang memungkinkan setiap orang membuat pola batik dan memiliki batik sesuai dengan pola yang diinginkan. Customize.
      
Denaya Batik didirikan akhir 2014 di Yogyakarta sebagai komunitas anak muda kreatif dalam membuat produk batik.

Baru berjalan beberapa bulan, tepatnya Mei 2015,  Denaya Batik menjadi satu-satunya industri batik di Yogyakarta yang dikunjungi 106 diplomat  Indonesia untuk penempatan di lima benua, yang memperdalam  pengetahuan, pemahaman, hingga keterampilan, dalam membatik.

Setelah itu disadari bahwa memberikan pemahaman kepada siapa saja untuk membatik menjadi perhatian dan kepedulian Denaya Batik, hingga melalang ke berbagai negara untuk mengajarkan membatik, dari konsep hingga barang jadi.

"Biaya perjalanannya dari penjualan batik," kata Delyana yang sudah dua kali sejak tahun lalu mengikuti Festival Indonesia di Moskow.

ANTARA News/Budi Setiawanto
       
Nikita, salah seorang warga Moskow yang mengikuti praktik membuat pola batik mengaku sangat terkesan.
     
"Saya bisa juga membatik," katanya.
      
Para pengunjung pun tampak merasa puas setelah praktik membuat batik di Festival Indonesia itu.
      
Dubes RI untuk Rusia dan Belarusia menargetkan 100 ribu pengunjung selama Festival Indonesia pada 4-6 Agustus 2017, lebih banyak dari jumlah pengunjung sebanyak 68 ribu warga Moskow selama festival tahun lalu pada 20-21 Agustus 2016.

Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Sunday, 5 June 2016

Puluhan mahasiswa asing membatik di China

Puluhan mahasiswa asing membatik di China
Sejumlah siswa membuat pola batik ketika mengikuti pelatihan batik bersama di Taman Budaya Jawa Timur (TBJT), Surabaya, Jumat (2/10/2015). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Harbin (ANTARA News) - Puluhan mahasiswa dan mahasiswi di tiga perguruan tinggi di Harbin, Provinsi Heilongjiang, China, belajar membatik, dalam gelaran Discovering Indonesia's Batik Heritage-Harbin Campus Roadshow, 3 hingga 6 Juni. 

"Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan budaya Indonesia, yang beragam salah satunya kain tradisional batik. Ada sekitar 20-60 mahasiswa dan mahasiswi asing dan China, yang berminat membatik," kata Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok Cabang Harbin, kepada Antara, Minggu. 

Gelaran Discovering Indonesia's Batik Heritage-Harbin Campus Roadshowtersebut diadakan di Harbin Normal University, Harbin Engineering University dan diakhiri di Harbin Institute of Technology sebagai bagian dari karnaval budaya internasional.

Setiap mahasiswa membatik di atas kain yang dibentangkan menggunakan pembidang, kemudian menorehkan malam melalui canting mengikuti alur motif yang sudah ada di setiap kain.

Kegiatan membatik tersebut langsung dipimpin Widhyasmaramurti, dosen Program Studi Sastra Jawa, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. 
Elena, seorang mahasiswa asal Rusia mengaku sangat terkesan dengan pengalaman membatik yang dijalaninya. "Saya kira, kegiatan membatik ini hanya diajarkan materi saja, ternyata saya merasakan langsung bagaimana membatik," ungkapnya.
Hal senada diungkapkan Zhangchongqun, mahasiswa asal China, yang menyatakan ,"Kebudayaan Indonesia memang sangat beragam, saya semakin merasakannya dengan membatik. Indonesia begitu sangat bermakna."

"Selama ini saya hanya mengetahui Indonesia, sebagai negara dengan ribuan pulau dan masyarakatnya makan beras. Ternyata Indonesia lebih dari sekadar itu, budayanya meragam," ujarnya.

Atase Pendidikan KBRI Beijing Priyanto Wibowo mengatakan,"kegiatan tersebut diharapkan dapat makin memperkenalkan batik Indonesia sebagai salah satu unsur ekonomi kreatif." 

Apalagi, lanjut dia, batik merupakan unsur budaya asli bangsa Indonesia yang bahkan saat ini sudah diakui UNESCO sebagai Representative List Intangible Cultural Heritage UNESCO sejak 2 Oktober 2009.

Kegiatan membatik juga digelar pada kegiatan ASEAN-China Gourmet Festival di Beijing, serangkaian peringatan 25 tahun kemitraan ASEAN-Tiongkok di Beijing.
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016