Showing posts with label Promosikan. Show all posts
Showing posts with label Promosikan. Show all posts

Saturday, 15 June 2019

Disparibud gandeng desainer internasional promosikan batik Pamekasan

 Disparibud gandeng desainer internasional promosikan batik Pamekasan
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menunjukkan busana batik hasil kerajinan warga Pamekasan, termasuk sarung dan songkok batik tulis Pamekasan. (Abd Aziz)

Pamekasan (ANTARA) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pamekasan, Jawa Timur menggandeng desainer internasional guna membantu para perajin mempromosikan batik tulis hasil kerajinan warga Pamekasan ke pasar dunia.

Menurut Kepala Bidang Pariwisata Disparibud Pamekasan Halifaturrahman, langkah itu dilakukan sebagai upaya untuk menumbuhkembangkan ekonomi kreatif bidang usaha batik tulis, sehingga akses pasar batik tulis Pamekasan semakin luas.

"Salah satu negara yang pernah menjadi sasaran promosi batik tulis Pamekasan adalah Malaysia," kata Mamang sapaan karib Halifautrrahman kepada ANTARA di Pamekasan, Jumat.

Ia menjelaskan, desainer batik yang bermitra dengan Pemkab Pamekasan dan para perajin batik tulis adalam Embran Nawawi, alumni Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung. Batik yang digunakan adalah batik tulis hasil kerajinan warga di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Pamekasan.

Saat Pemkab Pamekasan diundang oleh Kementerian Perpelancongan Malaysia 2017, batik yang dipamerkan sebagian besar merupakan balik Klampar, Pamekasan, karena di desa itu, memang merukan sentra batik paling banyak.

"Jadi kalau ada pemaran batik di luar negeri, Emran, selalu menggunakan batik Klampar, baik di negara-negara tetangga ataupun di negara lainnya," kata Mamang.

Dalam waktu dekat ini, Emran juga akan menggelar show batik tulis di Benua Afrika, yakni di Negara Tanzania, dan baik yang juga akan dipamerkan adalah batik tulis Pamekasan.

Sementara itu, Kabupaten Pamekasan di Pulau Madura, Jawa Timur ini memiliki 38 sentra dan 933 unit usaha batik yang menjadi sumber pendapatan bagi 6.526 warganya.

Usaha batik ikut menyumbang perekonomian daerah, karenanya pemerintah kabupaten berusaha mendorong perkembangannya melalui program-program pembinaan, peningkatan sumber daya manusia, bantuan peralatan, serta dukungan promosi produk dan perluasan pasar.

Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengatakan kesadaran warga untuk menggunakan dan mencintai batik lokal serta program promosi yang efektif penting bagi pengembangan usaha kreatif tersebut.

Dalam upaya untuk mempromosikan batik dan meningkatkan keterikatan warga pada batik lokal, Pemerintah Kabupaten Pamekasan menghiasi kendaraan-kendaraan milik organisasi perangkat daerah dengan motif batik lokal.

Pada 7 Januari 2019, pemerintah daerah meluncurkan setidaknya 90 kendaraan dinas berupa mobil dan sepeda motor yang berhias stiker bermotif batik Sekar Jagad, khas Pamekasan.

Upaya memperluas akses batik di tingkat dunia, dilakukan Pemkab Pamekasan dengan bekerja sama para diplomat dan Keduataan Besar Republik Indonesia di luar negeri, termasuk bekerja sama dengan desainer batik.

"Dengan upaya yang sistemik dan berkesinambungan ini, kami yakin batik tulis hasil kerajinan masyarakat Pamekasan ini akan lebih dikenal lagi," kata Kabid Pariwisata Disparibud Pamekasan Halifaturrahman, menjelaskan.
Pewarta: Abd Aziz
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Friday, 12 February 2016

Perancang Indonesia promosikan busana muslim di Inggris

Perancang Indonesia promosikan busana muslim di Inggris
Perancang busana muslim Dian Pelangi (ketiga kiri) bersama karya busananya bertajuk Miss Palembang In New york saat di temui dalam konferensi pers kepulangannya dari AS. Dian bersama beberapa perancang lainnya akan mengikuti London fashion Week, pada 19-23 Februari 2016. (ANTARA FOTO/Teresia May)

Jakarta (ANTARA News) - Lima perancang busana asal Indonesia akan mempromosikan busana muslim ke Inggris dalam ajang peragaan busana internasional London Fashion Week 2016 pada 19 - 23 Februari.

"Ini adalah momentum untuk menunjukkan potensi fesyen Indonesia yang sangat besar ke dunia internasional, khususnya di London," kata CEO HijUp.com Diajeng Lestari dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat.

Dengan dukungan dari organisasi internasional British Council dan perusahaan e-dagang fesyen muslim HijUp.com empat desainer yaitu Dian Pelangi, Restu Anggraini, Jenahara, dan Zaskia Sungkar akan mengikuti International Fashion Showcase, salah satu program utama London Fashion Week 2016, sementara Vivi Zubedi akan memamerkan koleksi baju muslim abaya di sana.

Keempat desainer tersebut akan mengusung tema "Modest Cosmopolist" yang mewakili empat elemen (api, air, udara, dan cahaya) dan mengedepankan filosofi bahwa untuk tumbuh, manusia harus kembali ke akar budaya sehingga menghasilkan keseimbangan antara gaya sederhana dan "avant-garde".

Sementara Vivi Zubedi akan menampilkan koleksi busana muslimnya lewat "trunk show" pada 21 Februari di LFW 2016.

Salah satu konsep menarik ditawarkan oleh perancang Zaskia Sungkar yang akan menampilkan karya baju muslim yang bertema angin dengan memakai beberapa kain tradisional Indonesia seperti kain songket dan batik di LFW.

Namun, hanya perancang Dian Pelangi yang akan menampilkan karyanya dirunway LFW 2016.

Karya empat desainer asal Indonesia yang mendapat tempat di International Fashion Showcase tersebut melewati proses kurasi selama satu bulan oleh Carri Munden, seorang Direktur Seni, Penata Gaya dan Perancang Busana yang berbasis di London, bekerja sama dengan British Council.

"Ini merupakan komitmen kami untuk terus memperdalam kolaborasi kreatif di bidang fesyen antara Indonesia dan Inggris," kata Direktur Kesenian dan Industri Kreatif British Council Indonesia Adam Pushkin.

Selain itu, akan digelar juga International Bloggers Meet Up yang akan menjadi wadah bagi para blogger fesyen dunia untuk bertemu dan berbagi pengalaman mereka dengan HijUp.com di LFW 2016.
Sementara itu, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf mendukung penuh majunya fesyen Indonesia sebagai salah satu potensi ekonomi kreatif Indonesia ke ajang LWF tahun ini.

"Ini baru pertama kalinya ada showcase busana muslim di London Fashion Week. Dan itu dari Indonesia. Bukan main," kata Triawan.
Perjalanan para desainer Indonesia ke salah satu pusat mode dunia itu akan diabadikan lewat video berseri berjudul HijUp.com Goes to London di YouTube.com.
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2016