Showing posts with label Pekalongan. Show all posts
Showing posts with label Pekalongan. Show all posts

Wednesday, 21 March 2018

15 perusahaan siap ikut festival sarung batik Pekalongan

15 perusahaan siap ikut festival sarung batik Pekalongan
Peserta menampilkan kreasi kostum batik saat pawai Pekan Batik Pekalongan 2017 di Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (7/10/2017). Pawai yang diikuti pelajar, komunitas, dan pemerintah tersebut dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional serta sebagai wujud pelestarian warisan budaya dunia. (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana P)
Pekalongan (ANTARA News) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, siap menggelar Festival sarung Batik dalam merayakan Hari Jadi Ke-112 Kota Pekalongan yang dilaksanakan pada 30 Maret 2018 hingga 8 April 2018.

Wali Kota Pekalongan, Saelany Machfudz di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa sedikitnya 15 perusahaan sarung batik akan ikut memeriahkan pada kegiatan Hari Jadi Ke-112 Kota Pekalongan.

"Kami pastikan ada 15 perusahaan batik yang akan ikut dalam kegiatan itu, bahkan mungkin bisa bertambah. Adapun alasan digelarnya festival sarung batik adalah untuk melestarikan dan budaya memakai sarung batik," katanya.

Ia mengatakan Kota Pekalongan yang mendapatkan penghargaan dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan/United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization harus mampu menjaga dan mempertahankan penghargaan tersebut.

"Kita harus dapat kreatif dan berinovasi dalam melestarikan kerajinan batik sebagai corak budaya," katanya.

Baca juga: Pengusaha sarung batik Pekalongan sasar Asia Tenggara

Menurut dia, untuk membudayakan kerajinan batik, pemkot juga akan mencanangkanpada setiap aparatur negara sipil (ASN) memakai sarung batik saat melayani masyarakat.

Selain itu, kata dia, pemkot menganjurkan pada masyarakat pada setiap hari Jumat untuk memakai sarung batik pada saat melaksanakan shalat Jumat.

"Kita memang harus kreatif dan berinovasi untuk mempertahankan penghargaan dari UNESCO itu. Apabila kita tidak mampu menjaga atau berkreatif dan berinovasi maka bisa saja penghargaan dari UINESCO akan dicabut," katanya.

Ia menambahkan peringatan Hari Jadi Ke-112 Kota Pekalongan dianggarkan sekitar Rp250 juta.

Baca juga: Pemkot gelar "Pekalongan Batik Night Market"
Pewarta: 
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Saturday, 3 October 2015

Waspadai tekstil bermotif batik, kata Paguyuban batik Pekalongan


Waspadai tekstil bermotif batik, kata Paguyuban batik Pekalongan
Pembuatan Batik Pekalongan Pekerja mencanting kain batik Pekalongan di kawasan Desa Gamer, Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (4/6). Kain Batik Pekalongan yang memiliki harga Rp. 60.000 - Rp. 200.000 itu dijual di Pekalongan, Yogyakarta, Semarang hingga luar negeri seperti Singapura dan Malaysia. (ANTARA FOTO/Pradita Utama) ()
Pekalongan (ANTARA News)- Paguyuban Pencinta Batik Pekalongan, Jawa Tengah, mengimbau kepada pelaku industri untuk mewaspadai peredaran tekstil bermotif batik yang kini masih diperjualbelikan di sejumlah pasar.

Ketua Paguyuban Pencinta Batik Pekalongan Fathiyah A.Kadir di Pekalongan, Sabtu, mengatakan tekstil bermotif batik dan bahan baku impor masih menjadi ancaman industri batik.

"Kami meminta pemkot bisa membantu pelaku industri batik agar jeli untuk bisa membedakan adanya toko-toko tekstil bermotif batik yang tetap membubuhkan namanya sebagai toko batik," katanya.

Menurut dia, perlu peran pemerintah dan masyarakat untuk memberikan pendidikan supayabisa membedakan mana yang batik asli dan mana yang bukan batik.

"Kami berharap pada pemerintah pusat harus lebih memperhatikan segala macam persoalan batik dan peran komunitas batik harus lebih fokus dalam melestarikan batik," katanya.

Sekretaris Daerah Kota Pekalongan Dwi Ari Putranto mengatakan saat ini banyak berkembang kesenian bernuansa batik seperti tari batik "Arjati" yang mengambarkan keberagaman dan persatuan dari etnis setempat.

"Oleh karena itu pemkot akan mendorong pelaku industri batik tetap berkembang. Apalagi pemkot juga berencana menerapkan pakaian tradisional batik untuk dipakai para PNS," katanya.
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2015